SuaraPAS°KEDIRI – Kepolisian Republik Indonesia terus berupaya memperkuat sinergitas dengan jajaran lembaga pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Kediri Kota.
Kapolres Kediri Kota, AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., melakukan kunjungan ke Lapas Kelas IIA Kediri, Rabu 12 Agustus 2026 pagi.
Tampak pula mendampingj Kapolres dan Wakapolres, sejumlah pejabat seperti Kasat Lantas AKP Tutud Yudho Prastyawan, Kasat Intelkam AKP Laksono Setiawan, S.H., M.H., Kasat Resnarkoba AKP Endro Purwandi, S.H., M.H., serta Kasat Tahti Iptu Bendo.
Kehadiran Kapolres AKBP Kresno Wisnu dan rombongan disambut Kalapas Kelas IIA Kediri Gatot Tri Rahardjo, S.H., bersama jajaran untuk kemudian melakukan pengecekan dan melihat sejumlah aspek pengamanan.
Dalam kesempatan tersebut, Kalapas Kelas IIA Kediri Gatot Tri Rahardjo mengapresiasi kunjungan Kapolres Kediri Kota. Serta menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan pihak lapas untuk memperketat pengawasan terhadap warga binaan, termasuk mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam lapas.
Menurutnya, pengawasan menjadi perhatian penting mengingat jumlah warga binaan yang cukup besar dengan dukungan personel pengamanan yang terbatas. Karena itu, penguatan koordinasi dengan aparat kepolisian dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.
Pembahasan juga menyentuh pengelolaan Tempat Asimilasi yang dimanfaatkan untuk kegiatan ketahanan pangan. Program tersebut menjadi salah satu sarana pembinaan bagi warga binaan sekaligus mendorong kegiatan produktif selama menjalani masa pembinaan.
Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang erat antara kepolisian dengan jajaran Lapas Kediri.
Kapolres juga berdiskusi mengenai mekanisme penanganan dan pemindahan narapidana dengan tingkat risiko tertentu, termasuk warga binaan yang terlibat perkara serius. Selain itu, perhatian turut diberikan terhadap potensi penyalahgunaan jaringan komunikasi dari dalam lapas yang dapat dimanfaatkan untuk menjalankan aktivitas kriminal, termasuk peredaran narkotika.
”Sinergi dan komunikasi yang baik antarinstansi menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan, khususnya dalam mengantisipasi potensi gangguan yang dapat berdampak pada keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.






